Archive April 2016

Ryan Filbert Beli Apartemen dari Saham

Ryan Filbert, investor ritel sekaligus inspirator investasi, merupakan investor muda yang patut diacungi jempol. Betapa tidak, sejak umur 18 tahun, dia memberanikan diri terjun ke pasar saham walau belum berpelangaman berinvestasi di pasar modal. Ryan menjadi investor saham sejak tahun 2004. Dia belajar saham dari salah satu investor kawakan di Indonesia dan Hong Kong. Petualangan di pasar saham mampu memberikan return tinggi yang dibelanjakannya untuk membeli apartemen dan rumah toko pada 2010-2011.

Ryan mengatakan, return di tahun 2008 hingga 2010 yang diraupnya mencapai tiga kali lipat. Sebagain keuntungannya dialihkan ke properti. “Saya di tahun 2010 atau 2011 membeli 2 unit apartemen di Jakarta Barat dan satu unit ruko di Serpong,” imbuhnya. Satu unit apartemen dan rukonya dibelinya di pasar sekunder. Sedangkan, satu unit ruko lainnya dari pasar perdana.

Read More

DPLK BRI Targetkan Dana Kelolaan Rp7 Triliun

Untuk meningkatkan pertumbuhan bisnisnya secara komprehensif, Bank BRI menggiatkan aktivitas pemasaran produknya. Selain produk perbankan yang bersifat konvensional seperti simpanan dan pinjaman, Bank BRI juga semakin gencar dalam memasarkan produk non konvensional antara lain Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK).

DPLK BRI adalah salah satu produk investasi yang dimiliki Bank BRI, dengan memberikan pembayaran manfaat pensiun secara berkala yang dikaitkan dengan pencapaian usia tertentu. Secara umum, lebih dari 50% aset kelolaan DPLK BRI ditempatkan di Instrumen Pasar Uang, dengan return atau imbal hasil yang diberikan rata-rata di atas benchmark. “Selain itu, produk DPLK BRI juga sudah dikenal luas oleh masyarakat sebagai produk investasi yang aman, akses luas, investasi beragam dan prudent, transparan, serta dikelola secara modern,” kata Hari Siaga, Corporate Secretary Bank BRI.

Read More

Investasi Bodong di China, Miliaran Dollar AS Menguap

BEIJING, KOMPAS.com – Otoritas di China menangkap lebih dari 20 orang yang diduga bersalah karena terlibat dalam investasi ilegal skema Ponzi. Investasi ini perkembangannya begitu masif di China, hingga melibatkan ratusan bahkan ribuan orang dengan dana  miliaran dollar AS.

Penangkapan dilakukan pada Senin (1/2/2016) waktu setempat. Investasi yang bernama E-zubao tersebut diluncurkan 1,5 tahun lalu menjanjikan imbal hasil 15 persen bagi para investor.

Menurut laporan agensi berita China Xinhua, dalang di balik investasi bodong ini adalah Ding Ning. Tak hanya perkara investasi ilegal, Ning juga dituduh melakukan penggelapan dana dalam jumlah besar untuk dibayarkan kepada investor.

Read More