• 1. Moving Average – sebuah indikator untuk mengidentifikasi trend

    Moving Average (MA) adalah indikator tren. Ini membantu untuk mengidentifikasi dan mengikuti tren.
    Keuntungan Moving Average:
    • Mengidentifikasi arah suatu tren;

    • menemukan pembalikan tren;

    • menunjukkan support potensial dan level resistensi.

    Kekurangan Moving Average:
    • tertinggal dari harga saat ini (akan berubah lebih lambat dari grafik harga karena indikator didasarkan pada harga masa lalu).
    Tips:
    • Sebaiknya gunakan Moving Average Sederhana karena kebanyakan trader menggunakan garis ini. • Periode waktu yang paling populer untuk MA adalah 200, 100, 50 dan 20. MA periode 200 dapat membantu menganalisa tren “historis” jangka panjang, sedangkan MA 20 periode – mengikuti tren jangka pendek.
    Bagaimana cara menginterpretasikan
    Singkatnya, tren bullish adalah saat harga pasangan mata uang berada di atas MA dan trend bearish adalah saat harga turun di bawah. Selain itu, perhatikan bagaimana Moving Averages dengan periode berbeda bertindak satu sama lain.
    Trens ke atas dikonfirmasi saat MA jangka pendek (misalnya 50 periode) naik di atas MA jangka panjang (misalnya 100 periode). Dan sebaliknya, trend ke bawah dikonfirmasi saat MA jangka pendek bergerak di bawah MA jangka panjang.
    Kesimpulan
    Moving Average menunjukkan apakah akan membeli atau menjual pasangan mata uang (membeli dalam tren naik, menjual dalam tren turun). MA tidak akan memberitahu Anda pada level mana untuk memulai melakukan trading Anda (untuk itu Anda memerlukan indikator lain). Sehingga, menerapkan indikator tren harus menjadi salah satu langkah pertama analisa teknis Anda.

    MA1.png

    2. Bollinger Bands – indikator untuk mengukur volatilitas

    Bollinger Bands membantu mengukur volatilitas pasar (yaitu tingkat variasi harga perdagangan).
    Keuntungan dari Bollinger Bands:

    • Indikatornya benar-benar bagus di pasar sideways (saat pasangan mata uang diperdagangkan dalam kisaran tertentu). Dalam hal ini, garis indikator dapat digunakan sebagai level support dan resistensi, dimana trader bisa membuka posisi mereka.

    Kekurangan Bollinger Bands:

    • Selama tren yang kuat, harga bisa menghabiskan waktu lama di satu garis Bollinger dan tidak menuju ke yang berlawanan. Sehingga, kami tidak merekomendasikan Bollinger Bands untuk tren pasar.

    Bagaimana menafsirkannya Semakin dekat harga mendekati band teratas, semakin kelebihan pembelian/overbought pasangan mata uang tersebut. Singkatnya, pada saat ini pembeli telah menghasilkan uang pada saat kenaikan harga dan menutup trading untuk mendapat keuntungan/take profit. Hasilnya adalah pasangan overbought tersebut berhenti naik dan turun. Harga naik di atas band teratas mungkin merupakan sinyal penjualan, sementara penurunan di bawah band terendah adalah sinyal beli.
    Band terluar secara otomatis melebar saat volatilitas meningkat dan menyempit saat volatilitas menurun. Periode volatilitas tinggi dan rendah biasanya mengikuti satu sama lain, sehingga penyempitan band sering kali berarti bahwa volatilitas akan meningkat tajam.
    Tips:

    • Kami tidak menyarankan penggunaan Bollinger Bands tanpa konfirmasi dari indikator/alat teknis lainnya. Bollinger bands cocok dengan pola candlestick, trendlines, dan sinyal tindakan harga lainnya.

    Kesimpulan
    Bollinger Bands bekerja paling baik saat trend pasar. Indikator ini bisa menjadi dasar yang bagus untuk sistem perdagangan, tapi itu saja tidak cukup: Anda harus menggunakan alat lain juga.

    MA2.png

    3. MACD – indikator yang menunjukkan fase pasar

    MACD (Moving Average Convergence / Divergence) mengukur kekuatan pendorong di belakang pasar. Ini menunjukkan kapan pasar bosan bergerak dalam satu arah dan butuh istirahat (koreksi).

    Bagaimana menafsirkannya

    1. Naik/Turun dramatis. Menjual saat batang histogram mulai menurun setelah kenaikan besar. Membeli saat batang histogram mulai tumbuh setelah penurunan yang besar.

    2. Penyeberangan antara histogram dan garis sinyal dapat membuat entri pasar lebih tepat. Membeli saat MACD-histogram naik di atas garis sinyal. Menjual saat MACD-histogram jatuh di bawah garis sinyal.

    3. Garis nol sebagai konfirmasi tambahan. Ketika MACD melintasi garis nol, itu juga menunjukkan kekuatan bulls atau bears. Membeli saat MACD-histogram naik di atas 0. Menjual saat MACD-histogram turun di bawah 0. Perhatikan juga, sinyal seperti itu lebih lemah dari sinyal yang sebelumnya.

    4. Divergensi. Jika harga naik dan MACD turun, itu berarti bahwa kenaikan harga tidak dikonfirmasi oleh indikator dan kenaikan akan segera berakhir. Sebaliknya, jika harga turun dan MACD naik, giliran bullish dalam waktu dekat.

    Tips

    • Penyeberangan antara histogram dan garis sinyal adalah sinyal terbaik dari MACD.

    • Berburu divergensi antara MACD dan harganya: ini adalah indikasi bagus untuk koreksi yang akan datang.

    Keuntungan MACD:

    • MACD dapat digunakan untuk trending pasar atau range pasar.

    • Jika Anda memahami MACD, akan mudah bagi Anda untuk mempelajari bagaimana kerja osilator lainnya: prinsipnya sangat mirip.

    Kekurangan MACD:

    • Indikator tertinggal di belakang grafik harga, jadi beberapa sinyal datang terlambat dan tidak diikuti oleh pergerakan pasar yang kuat.

    Kesimpulan Ada baiknya memiliki MACD pada grafik Anda karena mengukur tren maupun momentum. Ini bisa menjadi bagian kuat dari sistem perdagangan, walaupun kami tidak menyarankan untuk membuat keputusan perdagangan hanya berdasarkan indikator ini.

    MA3.png