Reverse Stock

Reverse Stock adalah pemampatan (penggabungan) jumlah lembar saham menjadi jumlah lembar yang lebih sedikit dengan menggunakan nilai nominal yang lebih tinggi. Tujuannya adalah untuk menaikkan harga sahamnya, sehingga investor tertarik untuk melakukan perdagangan.

Dari contoh Pengumuman Reverse Stock  diatas Beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah:

  1.  Bagaimana Target rasio terhadap jumlah saham yang dimiliki?
    Rasio penggabungan nominal saham (reverse stock) dimana setiap 8 (delapan) saham perseroan dengan nominal lama akan menjadi 1 (satu) saham dengan nominal baru. Maksudnya, jika anda memiliki 8 (delapan) saham dengan nominal lama Rp. 100,- akan digabung menjadi 1 (satu) saham dengan nilai nominal baru Rp.800,-, dan setiap saham pecahan akibat reverse stock ini akan dilakukan pembulatan keatas (round up).
  2.  Kapan Terakhir perdagangan ? 
    Akhir perdagangan dengan nilai nominal lama (Rp.100,-) 6 Maret 2015.
    Biasanya setelah awal perdagangan dengan nilai nominal baru di pasar reguler,akan diadakan periode peniadaan perdagangan di pasar tunai selama 3(tiga) hari di bursa.
  3. Kapan Aktif Reverse Stock ?
    Reverse Stock aktif dengan nominal baru Rp. 800,- pada tanggal 12 Maret 2018. Artinya pada tanggal tersebut harga saham sudah mulai bisa di perdagangkan dengan nilai nominal baru(Rp. 800,-) di pasar tunai.

Jadwal Reverse stock dapat dilihat di http://www.ksei.co.id/publications/corporate-action-schedules/masr